BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    PENGERTIAN PENSIUN

Pensiun, sampai saat ini, dianggap sebagai ungkapan terimakasih. individu-individu melayani raja dan negara mereka sepanjang kesehatan mereka memungkinkan. Bila kesehatan memburuk, negara menyediakan pensiun bagi mereka. Pensiun hampir tidak ada hubungannya dengan apa yang diperoleh individu. Sekarangpun masih ada pemilik perusahaan kecil, pemilik rumah, petani dan lain-lain yang memperlakukan pensiun sebagai hadiah yang dimaksudkan untuk memudahkan tahun-tahun terakhir para pelayan yang sudah tua dan seringkali dihormati. Pengertian pensiun adalah “ Janji untuk membayar jumlah-jumlah tertentu kepada para pensiunan”[1]. Sedangkan pengertian Pensiun menurut Austine

“ Tidak bekerja lagi karena masa kerjanya telah selesai dan uang tunjangan  yang  diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja atau oleh istri/suami dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal dunia”[2].

Maka pensiun merupakan uang tunjangan yang diterima secara berkala setelah karyawan tersebut tidak bekerja lagi untuk membantu masa-masa tua karyawan.

  1. B.     EKSISTENSI PENSIUN

Eksistensi bisa kita kenal juga dengan satu kata yaitu keberadaan. dimana keberadaan yang di maksud adalah adanya pengaruh atas ada atau tidak adanya kita. eksistensi ini perlu “diberikan” orang lain kepada kita, karena dengan adanya respon dari orang di sekeliling kita ini membuktikan bahwa keberadaan (atau sesuai dengan judul : eksistensi) kita diakui. Tentu akan terasa sangat tidak nyaman ketika kita ada namun tidak satupun orang menganggap kita ada, oleh karena itu pembuktian akan keberadaan kita dapat dinilai dari berapa orang yang menanyakan kita atau setidaknya merasa sangat membutuhkan kita jika kita tidak ada.

Masalah keperluan akan nilai eksistensi ini sangat penting, karena ini merupakan pembuktian akan hasil kerja kita (performa) kita di dalam suatu lingkungan. Perkuliahan misalnya, dosen akan lebih mengenal dan mengetahui keberadaan kita setelah dosen tahu performa kita baik (dengan nilai yang bagus, aktif, dan komunikatif) dan cenderung sedikit memperhatikan orang-orang yang pasif.

Dalam suatu keorganisasian eksistensi hanya perlu dilakukan dengan sebuah apresiasi terhadap kerja seseorang. apresiasi yang sangat sederhana, yaitu ucapan terima kasih. Hanya itu, hanya sebuah ucapan terima kasih yang mampu membuat seseorang yang merasakan keberadaannya, merasakan eksistensinya. Namun kadang, ketika semua sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing kita lupa akan masalah kecil ini.

Maka dalam dunia pendidikan perlu sekali diadakannya program pensiun. Karena dengan adanya pensiun orang yang menerimanya akan mempunyai tabungan di masa yang akan datang untuk kelangsungan hidupnya.

 

  1. C.    KONSEP DASAR DANA PENSIUN
    1. 1.         Pengertian Dana Pensiun

 

Pensiun adalah jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada Negara. Pada pokoknya adalah menjadi kewajiban setiap orang untuk berusaha menjamin hari tuanya, dan untuk ini setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjadi peserta dari suatu badan asuransi sosial yang dibentuk oleh pemerintah. Karena pensiun bukan saja sebagai jaminan hari tua, tetapi juga adalah sebagai balas jasa, maka Pemerintah memberikan sumbangannya kepada Pegawai Negeri.

Dana Pensiun berperan sangat penting dalam pembangunan baik dari segi ekonomi maupun kesejahteraan sosial. Beberapa sumber memberikan pengertian dana pensiun atau pension fund  menurut UU No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun yaitu:

“Badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Sebagai suatu badan hukum, dana pension bertanggung jawab menghimpun dan mengelola dana milik peserta program pensiun”[3].

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dana pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun. Penyelenggaraan program pensiun tersebut dapat dilakukan oleh pemberi kerja atau dengan menyerahkan kepada lembaga-lembaga keuangan yang menawarkan jasa pengelolaan program pensiun, misalnya bank-bank umum atau perusahaan asuransi jiwa.

  1. 2.         Maksud dan Tujuan Dana Pensiun

maksud  dan tujuan  dibentuknya suatu dana pensiun dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu:

  1. Sisi Pemberi Kerja

Dana Pensiun sebagai usaha untuk menarik atau mempertahankan karyawan perusahaan yang memiliki potensi, cerdas, terampil dan produktif yang diharapkan dapat meningkatkan atau mengembangkan perusahaan, di samping sebagai tanggung jawab moral dan sosial pemberi kerja kepada karyawan serta keluarganya pada saat karyawan tidak mampu lagi bekerja atau pensiun atau meninggal dunia.

  1. Sisi Karyawan

Dana pensiun adalah untuk memberikan rasa aman terhadap masa yang akan datang dalam arti tetap mempunyai penghasilan  pada  saat memasuki masa pensiun.

  1. Sisi Pemerintah

Dengan adanya dana pensiun, akan mengurangi kerawanan sosial. Kondisi tersebut merupakan unsur yang sangat penting dalam menciptakan kestabilan negara.

  1. Sisi Masyarakat

Adanya dana pensiun merupakan salah satu lembaga pengumpulan dana yang bersumber dari iuran dan hasil pengembangan. Terbentuknya akumulasi dana yang tersumber dari dalam negeri tersebut dapat membiayai pembangunan nasional dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.[4]

 

  1. 3.         Manfaat Pensiun

Manfaat Pensiun adalah hak Peserta yang dibayarkan pada saat jatuh tempo  dan  dengan  cara  yang  ditetapkan  dalam  Peraturan  manfaat pensiun terdiri atas beberapa macam:

  1. Manfaat pensiun normal adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia normal atau sesudahnya. Usia Pensiun Normal ditetapkan 56 tahun; Usia Wajib Pensiun ditetapkan 60 (enam puluh) tahun.
  2. Manfaat pensiun dipercepat adalah Manfaat Pensiun bagi Peserta yang berhenti bekerja pada usia sekurang-kurangnya 46 tahun;
  3. Manfaat pensiun cacat adalah Manfaat Pensiun bagi Peserta yang berhenti bekerja karena dinyatakan cacat oleh dokter yang ditunjuk oleh Pemberi Kerja;
  4. Manfaat pension ditunda adalah Hak  atas Pensiun Ditunda yang dibayarkan pada saat usia pensiun di percepat atau setelahnya. Hak atas Pensiun Ditunda diberikan kepada Peserta yang  berhenti bekerja sebelum mencapai usia pension dipercepat dan mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun[5].

Disamping itu terdapat pula  Manfaat Pensiun=Janda/Duda  atau  Anak, yakni :

  1. Manfaat Pensiun Janda/Duda adalah Manfaat Pensiun dari Peserta/ Pensiun Peserta yang meninggal dunia dan masih memiliki pasangan yang tercatat  dalam Daftar Susunan Keluarga yang diketahui/disetujui oleh Perusahaan sebagai Penerima Manfaat Pensiun.
  2. Manfaat Pensiun Anak adalah Manfaat Pensiun dari Peserta/Pensiun Peserta yang meninggal dunia dan tidak memiliki pasangan yang tercatat dalam Daftar Susunan Keluarga yang diketahui/disetujui oleh Perusahaan sebagai Penerima Manfaat Pensiun.

Anak berhak menerima Manfaat Pensiun apabila :

  1. Pensiunan meninggal dunia dan tidak mempunyai Janda/Duda; atau
  2. Janda/Duda menikah lagi; atau
  3. Janda/Duda meninggal dunia.
  4. 4.         Jenis Dana Pensiun

Jenis Dana Pensiun terdiri atas:

  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) atau Employer Pension Funds

Dana pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) atau Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan menimbulkan kewajiban bagi pemberi kerja.

  1. Dana  Pensiun  Lembaga  Keuangan  (DPLK)  atau  Financial  Institution Pension Funds

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan Asuransi Jiwa untuk menyelenggarakan Program  Pensiun  Manfaat  Pasti  (PPMP)  bagi  perorangan,  baik  karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau asuransi yang bersangkutan.dana pensiun lembaga keuangan hanya dapat menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Bank atau perusahaan asuransi dapat bertindak sebagai pendiri dana pensiun lembaga keuangan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah[6]

 

  1. 5.         Asas-Asas Pokok Dana Pensiun

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang dana pensiun telah membawa angin segar pada pertumbuhan dana pensiun di negara kita. Dalam kedudukannya penyelenggaraan dana pensiun memiliki landasan hukum yang memiliki 5 (lima) asas yang berfungsi sebagai pengarah untuk mencapai maksud dan tujuan utama dan pensiun di Indonesia ini. Asas-asas pokok yang dimaksud, yaitu :

  1. Asas  keterpisahan  kekayaan  dana  pensiun  dari  kekayaan  badan hukum pendirinya. Disini memiliki arti bahwa dan pensiun merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri, serta diurus dan dikelola oleh suatu badan pengurus yang terdapat didalammya yang keseluruhannya berdasarkan ketentuan yang ada dalam undang- undang.
  2. Asas penyelenggaraan dana system pendanaan adalah mengharuskan penyelenggaraan program pensiun itu dilakukan dengan cara pemupukan dana yang dikelola secara  terpisah  dari kekayaan pendiri. Ini dimaksudkan agar dana yang tersedia dapat memenuhi pembayaran hak peserta diwaktu peserta itu pensiun. Sebab itulah undang-undang tidak memprkenankan pembentukan cadangan dalam perusahaan guna membiayai pembayaran manfaat pasti.
  3. Asas  pembinaan  dan  pengawasan  oleh  Pemerintah.  Asas  ketiga dana pension ini  adalah   dimaksudkan  untuk   mengawasi   dan membina penggunaan kekayaan dana pensiun dari kepentingan- kepentingan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya  maksud utama dari penumpukan dana yaitu untuk memenuhi pembayaran hak peserta.
  4. Asas penghasilan yang ditunda Dana yang terkumpul dalam dana pensiun akan  digunakan  untuk  pembayaran  hak  peserta  ketika peserta memasuki  masa  pensiun.  Asas  penundaan manfaat  ini mengharuskan pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta pensiun, yang pembayarannya dilakukan secara berkala.
  5. Asas kebebasan pembentukan Dana Pensiun. Asas yang dimaksud disini adalah memberikan kebebasan kepada pemberi kerja untuk membentuk atau tidak membentuk dana pensiun yang menjanjikan manfaat pensiun bagi karyawan. Ini mengingat pembentukan dana pensiun memberikan konsekuensinya pendanan yang terkait dengan kemampuan keuangan pemberi kerja. Keputusan yang diambil pemberi kerja untuk menyelenggarakan dana pensiun tidak lepas dari konsekwensi pembiayaan bahkan sampai pada saat dana pensiun terpaksa dibubarkan.

Asas-asas  penyelenggaraan  dana  pensiun  itu  dimaksudkan  di  atas adalah untuk menyediakan suatu tata kelembagaan yang memungkinkan setiap anggota masyarakat untuk membentuk atau ikut serta dalam dana pensiun.

 

 

 

  1. D.    Program Pensiun
    1. 1.         Pengertian Program Pensiun

Program pensiun (pension plan) adalah sebuah perjanjian yang menetapkan bahwa pemberi kerja atau majikan memberikan tunjangan (pembayaran) kepada para karyawan setelah mereka pensiun atas jasa-jasa yang mereka berikan ketika masih bekerja.[7]

Program pensiun adalah setiap program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi pesertanya. Program pensiun mempersiapkan pemberi kerja menyediakan manfaat (pembayaran) kepada pekerja setelah mereka berhenti memberikan jasa, dimana dana tersebut dihimpun selama karyawan bekerja dan pada masa karyawan pensiun, dana dan pendapatan dari investasi perusahaan akan dikembalikan kepada karyawan. [8]

Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa program pensiun ditekankan pada pembayaran manfaat pensiun pada karyawan yang telah pensiun sebagai pendapatan setelah masa kerja.

  1. 2.         Jenis-Jenis Program Pensiun

Pada garis besarnya, program pensiun dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:

  1. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)

Program Pensiun Iuran Pasti adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun”. [9]

Dalam PPIP, jumlah yang diterima oleh peserta pada saat pensiun tergantung pada jumlah iuran dari pemberi kerja atau iuran peserta dan pemberi kerja iuran peserta dan hasil usaha (PSAK, 2004:18). Pemberi kerja membayar iuran dalam jumlah yang pasti pada setiap periode kepada suatu badan yang terpisah dari perusahaan atau pihak ketiga yang bebas berdasarkan pada suatu rumus tertentu dan tidak ada spesifikasi manfaat pensiun yang akan diterima oleh karyawan.

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa PPIP merupakan suatu program di mana manfaat pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada masa pensiun adalah nilai mendatang dari kontribusi atau iuran berasal dari karyawan, dikelola oleh suatu badan tersendiri.

  1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)

“Program Pensiun Manfaat Pasti adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan Program Pensiun Iuran Pasti”. [10]

Dalam PPMP, pemberi kerja menjanjikan pembayaran manfaat pensiun dalam jumlah yang pasti setelah karyawan tidak bekerja berdasarkan pada berapa tahun karyawan tidak bekerja berdasarkan pada berapa tahun bekerja dan rata-rata gaji karyawan selama dia bekerja pada suatu perusahaan tertentu, tetapi tidak ada spesifikasi jumlah pemberi kerja membayar iuran pada Dana Pensiun. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa PPMP adalah suatu program pensiu yang menjanjikan manfaat pensiun yang pasti.

  1. Fungsi Program Pensiun

Program pensiun mempunyai 2 (dua) fungsi, yang meliputi :[11]

  1. 1.      Fungsi Asuransi

Penyelenggara Program Pensiun mengandung azas kebersamaan sebagaimana halnya dengan program asuransi. Sebagai contoh, seorang Peserta Program Pensiun yang mengalami cacat atau meninggal dunia karena kecelakaan yang menyebabkan kehilangan pendapatan sebelum memasuki usia pensiun. Kepada Peserta tersebut akan diberikan Manfaat Pensiun sebesar yang dijanjikan atas beban Dana Pensiun. Lebih lanjut dalam perhitungan besarnya iuran dan manfaat digunakan dasar aktuaria.

  1. 2.      Fungsi Tabungan

Karena dana pensiun bertugas mengumpulkan dan mengembangkan dana maka dana tersebut merupakan akumulasi dari iuran, kemudian iuran itu akan diperlakukan seperti tabungan. Selanjutnya dana yang terkumpul akan dikembangkan yang nantinya akan digunakan untuk membayar Manfaat Pensiun Peserta.

  1. E.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENSIUN

Pegawai yang diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil berhak menerima pensiun pegawai, jikalau ia pada saat pemberhentiannya sebagai pegawai:

Telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 Tahun dan mempunyai masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 Tahun.

  1. Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 Tahun dan oleh badan / pejabat yang ditunjuk oleh departemen kesehatan berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan pegawai negeri, dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani atau rohani yang tidak disebabkan oleh dan karena ia menjalankan kewajiban jabatannya.
  2. Pegawai negeri yang setelah menjalankan suatu tugas Negara tidak dipekerjakan kembali sebagai pegawai negeri, berhak menerima pensiun pegawai apabila ia diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri dan pada saat pemberhentiannya sebagai pegawai negeri ia telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 TH dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang – kurangnya 10 Tahun.

Berakhirnya hak pensiun pegawai (pasal 14 UU No.11/1969)
Hak pensiun pegawai berakhir pada penghabisan bulan penerima pensiun pegawai yang bersangkutan meninggal dunia.

            Pembatalan pemberian pensiun pegawai (pasal 15 UU No. 11/1969)
Pembayaran pensiun pegawai dihentikan dan surat keputusan tentang pemberhentian pensiun pegawai dibatalkan, apabila penerima pensiun pegawai diangkat kembali menjadi pegawai negeri atau diangkat kembali dalam suatu jabatan negeri dengan hak untuk kemudian setelah diberhentikan lagi, memperoleh pensiun menurut Undang-undang atau peraturan yang sesuai dengan UU. No.11/1969

            Pendaftaran isteri/suami/ anak sebagai yang berhak menerima pensiun janda/duda

  1. Pendaftaran isteri( isteri – isteri) /suami/anak(anak-anak) sebagai yang berhak menerima pensiun janda / duda harus dilakukan oleh pegawai negeri atau
  2. Penerima pensiun pegawai yang bersangkutan menurut petunjuk kepala Kantor Urusan Pegawai
  3. Pendaftaran lebih dari seorang isteri sebagai yang berhak menerima pensiun harus dilakukan dengan pengetahuan tiap-tiap isteri didaftarkan.
  4. Pendaftaran isteri ( isteri – isteri ) / anak ( anak-anak) sebagai yang berhak menerima pensiun janda harus dilakukan dalam waktu 1 ( satu ) tahun sesudah perkawinan/kelahiran atau sesudah saat terjadinya kemungkinan lain untuk melakukan pendaftaran itu.

Persyaratan Pengurusan Pensiun

  1. Foto kopi SK pertama di legalisir
  2. Foto kopi SK terakhir Di legalisir
  3. Pas Foto 4 x 6 (5 lembar)
  4. Foto kopi surat nikah dilegalisir
  5. Foto kopi akte kelahiran anak di legalisir
  6. Foto kopi KARPEG
  7. DP3 tahun terakhir rata-rata bernilai baik
  8. Surat pernyataan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan berat

 

Persyaratan Pengurusan Pensiun Janda / Duda

  1. Surat Pengantar dari instansi bagi yang meninggal dunia/tewas/cacat karena dinas
  2. Foto kopi SK Pensiun
  3. Foto kopi Surat Kematian Di legalisir
  4. Surat Keterangan kejandaan
  5. Pas Foto 4 x 6 (5 lembar)
  6. Foto kopi surat nikah dilegalisir
  7. Foto kopi Daftar Susunan Keluarga
  8. DP3 tahun terakhir rata-rata bernilai baik

Surat pernyataan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan berat (dengan catatan apabila yang bersangkutan berhak kenaikan pangkat pengabdian).

Pendanaan program pensiun, berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1969 adalah dibebankan kepada APBN. Sistem ini disebut sebagai pendanaan “pay as you go” (seorang PNS begitu pensiun langsung dibayar). Sistem ini telah dilakukan sampai dengan akhir tahun 1993. Sejak tahun 1994 pemerintah melalui Menteri Keuangan telah menetapkan sistem pendanaan pensiun dengan pola “current cost financing” yaitu suatu metode gabungan pay as you go dengan funded system dalam rangka pemberdayaan akumulasi iuran peserta program pensiun PNS. Dalam sistem pendanaan ini, beban pembayaran pensiun yang dialokasikan dari APBN adalah sebesar 75% dan dari akumulasi iuran peserta sebesar 25% dari seluruh beban pembayaran pensiun PNS.

Sementara itu, sumber dana program tabungan hari tua (THT) PNS diperoleh dari iuran peserta sebesar 3,25% dari penghasilan peserta setiap bulan. Sedangkan sumber dana untuk program dana pensiun PNS diperoleh dari iuran peserta sebesar 4,75% dari penghasilan peserta setiap bulan. Penghasilan yang dimaksud disini adalah  gaji pokok ditambah tunjangan istri ditambah tunjangan anak. Di samping itu, PNS juga dikenakan iuran sebesar 2,00% dari penghasilan peserta setiap bulan untuk membayar iuran program kesehatan.

Formula manfaat program tabungan hari tua sejak Januari 2001 sampai dengan sekarang didasarkan pada Keputusan Direksi PT Taspen dengan menggunakan formula:

(0,55 x MI 1 x P2000) + (0,55 x MI 2 x (P2001 – P2000))

MI 1: Masa iuran sejak menjadi peserta sampai dengan berhenti.

MI 2: Masa Iuran sejak 2001 sampai dengan berhenti.

Sedangkan formula manfaat program pensiun adalah:

2,5% x masa kerja x penghasilan dasar pensiun

Pelaksanaan pembayaran program tabungan hari tua dan pensiun dilakukan melalui 4000 titik kantor bayar melalui PT. Taspen, bank, dan kantor pos.

Selanjutnya, berdasarkan Undang-undang No. 3 Tahun 1992, dalam program jamsostek untuk jangka panjang, terdapat jenis perlindungan tenaga kerja dalam bentuk jaminan hari tua (JHT). Besarnya iuran jaminan hari tua adalah sebesar 5,7% dari upah sebulan – sebesar 3,7% ditanggung oleh pengusaha (selaku pemberi kerja) dan sebesar 2% ditanggung oleh pekerja.

Jaminan hari tua dibayarkan secara sekaligus atau berkala kepada tenaga kerja, karena telah :

  1. Mencapai usia 55 tahun
  2. Mengalami cacat total tetap setelah ditetapkan oleh dokter
  3. Dalam hal tenaga kerja meninggal dunia
  4. Jaminan hari tua dibayarkan kepada janda atau duda atau anak yatim piatu.

Di Negara Indonesia dalam masa pensiun terdapat perbedaan dalam usia pensiun.

  1. Pegawai      Pensiun usia 55 Tahun
  2. Guru           Pensiun usia 60 Tahun
  3. Dosen         Pensiun usia 65 Tahun
  4. Profesor      Pensiun usia 70 Tahun dan bisa bertambah setiap tahun dengan keterangan dokter bahwa yang bersangkutan masih sehat dan kuat untuk melaksanakan pengajaran.


[1] Michael F. Van Breda dan Hendriksen, Eldon S.“Teori Akuntansi”,…Hal.307

[2] Austine. Jane, , “Kamus Inggris-Indonesia”. Edisi keempat, Jakarta, Tunas Sari. 1998 hal.609

[3] Surat  Keputusan Nomor 44 Tahun 2010 tentang  Peraturan  Dana Pensiun Pertamina

[4] Zulaini, Wahab,  Dana  Pensiun  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja  di Indonesia, PT. Citra Aditya Bakti. Bandung. 2001. Hal. 1

[5] Ibid. hal 5

[6] Weygandt Kieso, dan Warfield,. Akuntansi Intermediate, Edisi Sepuluh, Penerbit Erlangga, Jakarta. 2001 hal. 147

 

[7] Kieso, Weygandt, dan Warfield  tahun 2002……..147

[8] Undang-Undang Dasar 1945 No. 11 1992 ……….. 1

[9] Ibid

[10] Ibid

[11] Kieso, Weygandt, dan Warfield  tahun 2002:148

Iklan